Kata PUPR Untuk Tol MBZ Yang Tidak Memenuhi Standar

Kata PUPR Untuk Tol MBZ Yang Tidak Memenuhi Standar

PMKONSTRUKSI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan seluruh uji kelayakan dalam pembangunan jembatan tol Mohammed bin Zayed Road telah dipenuhi.

Hal ini diumumkan oleh staf ahli Menteri Teknologi, Industri, dan Lingkungan PUPR serta Juru Bicara Kementerian PUPR Indra S. Atmawijaja.

Read More

Mulai dari uji kelayakan fungsional hingga uji kelayakan operasional sudah selesai,” ujarnya.

Jika nanti ada hasil baru, partai akan mempelajarinya terlebih dahulu.

Kami sudah menyelesaikan seluruh prosedur uji kelayakan fungsional dan uji kelayakan operasional,” kata Indra dari Nusa, Bali

Nanti kalau ada hasil baru seperti ini, kami akan lihat dan pelajari dulu bagaimana tampilannya.” lanjutnya di Dowa Convention Center (BNDCC) Kamis (23 Mei 2024).

Korupsi di Tol Layang MBZ

Sebelumnya, salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk penuntutan kasus korupsi terkait pembangunan Tol Layang MBZ Jakarta-Cikampek II adalah Andy (28), Wakil Direktur 3D PT Membrane Utama. . .

Dalam keterangannya, Andy mengaku pihaknya telah ditunjuk oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tujuannya untuk melakukan verifikasi teknis kualitas jembatan tol Mohammed bin Zayed yang dikerjakan terdakwa Sofia Balfas C.

Perusahaan Andy ditunjuk BPK untuk mengaudit kualitas struktur jalan tol di Mohammed bin Zayed City pada akhir tahun 2020 dan bekerja selama enam bulan.

Selama enam bulan, Andy mengaku, dirinya hanya bertugas meninjau struktur bagian atas tol tersebut.

Dalam keterangannya, Andy mengatakan ada dua temuan yang kualitasnya lebih rendah dari standar yang seharusnya diterapkan pada struktur jalan tol.

Fakta itu diketahui saat jaksa memeriksa Andy di persidangan.

Jaksa bertanya, “Hasil apa yang Anda peroleh selama peninjauan enam bulan?

Kuat tekan rencana menunjukkan beton yang dipasang di lokasi pekerjaan berkualitas rendah atau tidak memenuhi persyaratan SNI, kata Andy.

Andy mengatakan, hasil tersebut berdasarkan 75 sampel yang dilakukan kelompoknya saat audit suprastruktur Jalan Tol Mohammed bin Zayed.

Persyaratan di Lapangan Tidak Terpenuhi

Setelah menemukan hasil tersebut, Andy mengatakan pihaknya pun menyesuaikan kecepatan struktur jalan layang tersebut agar sesuai dengan rencana awal yang sebelumnya disampaikan BPK.

Tak berhenti sampai disitu, Andy dan tim juga menyempurnakan dan mengkorelasikan hasil tes yang dilakukan di lapangan.

Misalnya kualitas betonnya menurun, maka kualitas betonnya akan kami turunkan dan lain-lain agar mendekati kondisi aktual di lokasi saat ini,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, kami memperkirakan ternyata ada beberapa persyaratan yang tidak terpenuhi: persyaratan tekanan, persyaratan benturan, dan kualitas beton itu sendiri,” lanjut Andy.

PT Gasamaja Jalanlayang Cekambik (JJC), pengelola Jembatan Mohammed Bin Zayed (MBZ), memastikan infrastruktur Jembatan Mohammed Bin Zayed aman untuk dilintasi pengguna jalan.

Seluruh jalan tol yang beroperasi menjalani serangkaian penilaian akhir sebelum dioperasikan.

Uji Kelayakan

Uji kelayakan tersebut merupakan uji kelayakan fungsional dan uji kelayakan operasional. Ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Satuan Lalu Lintas Polri. Serta dan Badan Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJTJ).

Chief Officer PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Hendri Taufik menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh spesifikasi teknis kebutuhan dan perlengkapan jalan ruas tol tersebut telah memenuhi standar manajemen lalu lintas dan keselamatan.

Seperti jalan tol lain yang beroperasi di Indonesia, Jembatan Mohammed bin Zayed mampu beroperasi dengan memenuhi persyaratan kelayakan fungsional baik dari segi teknis, administratif, dan sistem pengoperasian tol. Uji kelayakan fungsional dan tahapan kelayakan operasional Pengujiannya dalam tahap uji kelayakan fungsional dan uji kelayakan operasional,” kata Hendry dalam keterangan tertulis. Pada Sabtu (18 Mei 2024).

Tarif tol melalui keputusan Menteri PUPR akan tunduk pada peraturan terkait. Ini  akan dilaksanakan oleh instansi yang berwenang dan selanjutnya ditetapkan,” lanjutnya.

Hendry juga menambahkan, pengujian terhadap benda uji dilakukan oleh kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas pada saat konstruksi.

Kemudian dinyatakan memenuhi mutu minimal sesuai rencana konsultan desain.

Selama lebih dari empat tahun pengerjaan. Kami telah mengalami perubahan alami akibat suhu, cuaca atau beban kendaraan, serta kondisi beton saat ini,” kata Hendry.

Untuk menjaga keselamatan dan kualitas jalan tol, pemeriksaan kepatuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) juga dilakukan secara berkala, katanya.

Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi jalan tol, kecepatan rata-rata perjalanan, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan, dan dukungan pelayanan.

Hal ini disebut wajib bagi seluruh entitas komersial jalan tol, termasuk PT JJC, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan.

Related posts